
Ribuan Sapi Kurban Presiden Didistribusikan ke Daerah dan Lembaga Sosial
Jakarta — Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dari APBN untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa anggaran tersebut berasal dari bantuan kemasyarakatan presiden yang memang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Sebanyak 1.098 ekor sapi dibeli pemerintah untuk program kurban tahun ini. Sapi-sapi tersebut kemudian disalurkan ke seluruh provinsi, ratusan kabupaten/kota, pondok pesantren, lembaga sosial keagamaan, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Pemerintah menyebut seluruh hewan kurban berasal dari peternak lokal di berbagai wilayah Indonesia. Kebijakan itu disebut bertujuan membantu peternak dalam negeri sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi sektor peternakan menjelang Idul Adha.
Jenis sapi yang dipilih terdiri dari berbagai ras unggulan seperti Simmental, Limousin, Brahman, Angus, dan sapi Bali. Beberapa sapi memiliki bobot mencapai lebih dari satu ton dan telah dinyatakan memenuhi standar kesehatan serta syarat ibadah kurban.
Penggunaan APBN untuk Kurban Presiden Jadi Perhatian Publik
Besarnya anggaran pengadaan sapi kurban presiden memunculkan perhatian publik dan beragam tanggapan di masyarakat. Pemerintah menegaskan program tersebut merupakan bagian dari bantuan sosial kemasyarakatan presiden yang rutin dilakukan setiap Idul Adha.
Selain untuk kepentingan ibadah dan bantuan sosial, program ini juga dinilai memiliki dampak ekonomi karena melibatkan peternak lokal dalam jumlah besar. Pembelian ribuan sapi disebut dapat membantu meningkatkan penjualan ternak dan perputaran ekonomi daerah.
Pemerintah juga menjelaskan bahwa distribusi sapi dilakukan berdasarkan kondisi tiap daerah, termasuk mempertimbangkan ketersediaan sapi dengan standar tertentu. Karena itu, beberapa wilayah menerima lebih dari satu ekor sapi kurban.
Pengamat ekonomi menilai program pembelian ternak lokal oleh pemerintah dapat memberikan efek positif terhadap sektor peternakan nasional, terutama dalam meningkatkan permintaan sapi menjelang Hari Raya Idul Adha.
Namun di sisi lain, penggunaan APBN dalam jumlah besar untuk program kurban presiden juga menjadi bahan diskusi publik terkait prioritas pengeluaran negara di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Pemerintah memastikan seluruh proses pengadaan dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian terkait, dinas peternakan daerah, dan asosiasi peternak guna menjaga kualitas hewan serta transparansi distribusi bantuan kurban.











