Garis Utama

Garis Utama

2 min read779

Terbongkar di Pengadilan! Dugaan Suap Rp63,1 Miliar Seret John Field dan Oknum Bea Cukai

Sidang kasus dugaan korupsi impor mengungkap aliran dana fantastis senilai Rp63,1 miliar yang diduga diberikan oleh pimpinan Blueray Cargo kepada sejumlah pejabat Bea Cukai demi memperlancar proses pengeluaran barang impor.

O

OP Admin

Published in Garis Utama

Loading...
Terbongkar di Pengadilan! Dugaan Suap Rp63,1 Miliar Seret John Field dan Oknum Bea Cukai

KPK Beberkan Dugaan Praktik Suap di Sektor Impor

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap bernilai puluhan miliar rupiah dalam sektor kepabeanan saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Tiga pimpinan perusahaan jasa impor Blueray Cargo, yakni John Field, Deddy Kurniawan Sukolo, dan Andri, didakwa memberikan uang dan fasilitas kepada sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Jaksa menyebut total nilai pemberian mencapai Rp63,1 miliar. Dana tersebut diduga diberikan secara bertahap selama proses pengurusan barang impor perusahaan.

Diduga Demi Percepat Jalur Pengeluaran Barang

Dalam dakwaan disebutkan bahwa pemberian uang dilakukan agar proses pengeluaran barang impor milik perusahaan dapat berjalan lebih cepat dan terhindar dari hambatan pemeriksaan.

Barang-barang yang masuk jalur pengawasan ketat diduga tetap memperoleh kemudahan setelah adanya komunikasi antara pihak perusahaan dan oknum pejabat terkait.

Selain uang tunai dalam mata uang asing, terdakwa juga disebut memberikan fasilitas hiburan serta barang mewah kepada pihak tertentu di lingkungan Bea Cukai.

Jaksa mengungkap praktik tersebut berlangsung sejak pertengahan 2025 hingga awal 2026 dengan nominal pemberian yang terus bertambah.

Persidangan Akan Dalami Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengawasan impor dan integritas pelayanan publik di sektor strategis negara.

KPK menilai dugaan praktik suap dalam pengurusan impor dapat merusak sistem pengawasan kepabeanan serta menciptakan ketimpangan dalam proses perdagangan.

Dalam agenda sidang berikutnya, jaksa akan mendalami aliran dana, pola komunikasi antar pihak, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Penanganan kasus ini disebut sebagai bagian dari komitmen penegakan hukum untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelayanan di lingkungan kepabeanan nasional.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles