Garis Utama
4 min read1,008

Perempuan Desa Merden Jadi Penggerak Pertanian, Program Pemberdayaan dan MBG Perkuat Peran Mereka Bangun Ekonomi Keluarga

Banjarnegara – Di tengah hamparan sawah dan lahan pertanian Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, peran perempuan terlihat semakin menonjol. Dari proses menyiapkan bibit, menanam, merawat tanaman, hingga memastikan hasil pertanian tetap terjaga, para perempuan desa menjadi motor penggerak yang menjaga keberlangsungan sektor pertanian sekaligus menopang perekonomian keluarga.

O

OP Admin

Published in Garis Utama

Loading...
Perempuan Desa Merden Jadi Penggerak Pertanian, Program Pemberdayaan dan MBG Perkuat Peran Mereka Bangun Ekonomi Keluarga

Peran besar tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan pemberdayaan yang diselenggarakan Komunitas Jagoan Desa Banjarnegara pada Rabu (29/7). Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta, terdiri atas petani, ibu rumah tangga, dan mahasiswa, bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membangun ekosistem pertanian yang semakin produktif dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat Desa Merden, perempuan tidak lagi dipandang hanya sebagai pendamping dalam aktivitas pertanian. Mereka kini menjadi aktor utama yang berkontribusi menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung ketahanan pangan desa.

Perempuan Menjadi Kekuatan Utama Pertanian Desa

Ketua Komunitas Jagoan Desa Banjarnegara, Pak Toto, mengatakan bahwa keterlibatan perempuan dalam sektor pertanian di Desa Merden sangat dominan. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan potensi besar yang perlu terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan.

"Kami melihat sendiri bahwa sebagian besar yang mengelola lahan pertanian di sini adalah ibu-ibu. Karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu prioritas kami. Ketika perempuan memiliki akses terhadap pemberdayaan, pengetahuan, dan pasar yang lebih baik, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat desa," ujar Pak Toto.

Ia menjelaskan bahwa selama ini perempuan bukan hanya membantu aktivitas di lahan pertanian, tetapi telah menjadi penggerak utama yang memastikan proses produksi pertanian tetap berjalan dari musim ke musim.

Karena itu, Komunitas Jagoan Desa terus berupaya menghadirkan berbagai program pendampingan agar perempuan memperoleh kesempatan lebih besar dalam meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan keluarganya.

Pemberdayaan Perempuan Mendorong Kemandirian Ekonomi

Selain meningkatkan kapasitas di bidang pertanian, komunitas juga mendorong perempuan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan ekonomi produktif.

Menurut Pak Toto, ketika perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan peluang usaha yang lebih luas, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh anggota keluarga.

Peningkatan pendapatan rumah tangga, kualitas pendidikan anak, hingga ketahanan ekonomi keluarga menjadi manfaat yang dapat tumbuh dari penguatan kapasitas perempuan di desa.

"Karena itu, kami ingin membangun ekosistem yang memberi ruang lebih besar bagi perempuan untuk berkembang, baik sebagai petani maupun sebagai pelaku ekonomi desa," tambahnya.

Program MBG Membuka Peluang Baru bagi Petani Perempuan

Pak Toto juga menilai kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa optimisme baru bagi perempuan yang selama ini menjadi pelaku utama di sektor pertanian.

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang berlangsung secara berkelanjutan memberikan peluang lebih besar bagi hasil pertanian masyarakat untuk terserap ke pasar.

Dengan terbukanya peluang tersebut, perempuan yang mengelola lahan pertanian berpotensi memperoleh kepastian distribusi hasil panen sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Program MBG dinilai tidak hanya mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani lokal, termasuk kaum perempuan.

Investasi Jangka Panjang untuk Pembangunan Desa

Sekretaris Desa (Carik) Merden menilai bahwa pemberdayaan perempuan merupakan salah satu investasi penting dalam pembangunan desa.

Menurutnya, perempuan memiliki peran ganda yang sangat besar, mulai dari mengelola rumah tangga hingga ikut bekerja di sektor pertanian.

"Perempuan adalah kekuatan besar di Desa Merden. Mereka bekerja di sawah, mengelola rumah tangga, sekaligus ikut menopang ekonomi keluarga. Harapan kami, berbagai program pemberdayaan yang ada dapat semakin memperkuat peran mereka sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat secara menyeluruh," kata Carik Desa Merden.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya kebutuhan bahan pangan melalui Program MBG dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi perempuan dalam rantai pasok pertanian desa.

Dengan adanya kebutuhan pasar yang lebih jelas, petani perempuan memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperoleh pendapatan yang lebih stabil.

Kolaborasi Lintas Generasi untuk Pertanian Berkelanjutan

Kegiatan pemberdayaan tersebut juga melibatkan mahasiswa yang ikut belajar mengenai praktik pertanian berbasis masyarakat.

Kehadiran generasi muda diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pengalaman petani dengan inovasi yang dibawa kalangan akademisi.

Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam membangun pertanian desa yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat.

Dari Sawah, Perempuan Menjaga Ketahanan Pangan

Bagi masyarakat Desa Merden, pertanian bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga ruang lahirnya semangat gotong royong dan pemberdayaan.

Di balik setiap hasil panen terdapat kerja keras para perempuan yang setiap hari mengelola lahan, menjaga tanaman, serta memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia.

Melalui dukungan berbagai program pemberdayaan dan terbukanya peluang pasar melalui Program Makan Bergizi Gratis, peran perempuan di sektor pertanian diharapkan semakin kuat. Tidak hanya menjaga ketahanan pangan desa, mereka juga menjadi penggerak tumbuhnya ekonomi lokal yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles