
Jakarta — Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace memasuki tahap operasional dengan penunjukan sebagai Deputy Commander International Stabilization Force (ISF) untuk mendukung stabilisasi dan rekonstruksi Gaza. Langkah ini menandai pergeseran dari diplomasi normatif menuju kontribusi implementatif di lapangan.
Posisi tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya menyuarakan perdamaian, tetapi turut mengambil peran dalam memastikan proses transisi berjalan aman dan terkoordinasi.
Indonesia Board of Peace: Dari Komitmen ke Aksi
Dalam struktur ISF, Indonesia memiliki tanggung jawab strategis yang meliputi:
Koordinasi sektor awal stabilisasi keamanan
Dukungan distribusi bantuan kemanusiaan
Sinkronisasi agenda rekonstruksi infrastruktur sipil
Kolaborasi dengan negara anggota dan mitra internasional
Board of Peace sendiri melibatkan sembilan negara, dengan komitmen pendanaan awal sekitar US$7 miliar untuk mendukung pemulihan Gaza.
Peran ISF Gaza: Stabilitas sebagai Fondasi Rekonstruksi
Sebagai Deputy Commander, Indonesia berperan dalam memastikan stabilitas keamanan yang menjadi prasyarat utama pemulihan wilayah pascakonflik. Peran ISF Gaza difokuskan pada:
Pengamanan fasilitas publik dan jalur logistik bantuan
Mendukung pemulihan layanan dasar seperti kesehatan dan energi
Menjamin perlindungan warga sipil selama fase transisi
Pendekatan ini selaras dengan politik luar negeri bebas aktif serta konsistensi dukungan terhadap solusi dua negara.
Penguatan Reputasi Diplomasi Indonesia
Pengamat hubungan internasional menilai posisi ini memperkuat kredibilitas Indonesia sebagai aktor moderat dan konstruktif di forum global. Kepercayaan dalam struktur komando ISF menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas diplomasi dan manajemen stabilisasi yang dimiliki Indonesia.
Keterlibatan aktif juga membuka ruang lebih luas bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan kemanusiaan secara langsung dalam forum multilateral.
Konsistensi Amanat Konstitusi
Pemerintah menegaskan bahwa partisipasi ini sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Diplomasi yang dijalankan tetap berorientasi pada stabilitas dan perlindungan sipil.
Kesimpulan
Penunjukan Indonesia sebagai Deputy Commander ISF dalam Indonesia Board of Peace menandai fase implementasi diplomasi kemanusiaan. Dengan peran konkret dalam stabilisasi dan rekonstruksi Gaza, Indonesia memperkuat posisinya sebagai negara yang aktif, kredibel, dan konsisten dalam mendorong perdamaian global.




.png)
.png)
.png)






