Garis Utama

Garis Utama

2 min read966

Kurs Rupiah Masih Melemah, Respons Pemerintah soal Dampaknya Jadi Perbincangan

Rupiah masih bergerak di kisaran Rp17.550–Rp17.600 per dolar AS di tengah tekanan ekonomi global. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar ramai diperbincangkan, sementara pemerintah menilai dampak terbesar pelemahan rupiah dirasakan sektor usaha.

O

OP Admin

Published in Garis Utama

Loading...
Kurs Rupiah Masih Melemah, Respons Pemerintah soal Dampaknya Jadi Perbincangan

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berada dalam tekanan dan bertahan di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.600 per dolar AS. Kondisi tersebut menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan stabilitas ekonomi nasional serta potensi dampaknya terhadap harga barang dan aktivitas usaha. (kumparan.com)

Di tengah sorotan terhadap pelemahan rupiah, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa masyarakat desa dinilai tidak terlalu terdampak secara langsung karena tidak melakukan transaksi menggunakan dolar AS dalam kehidupan sehari-hari.

“Rakyat di desa tidak pakai dolar,” kata Prabowo dalam agenda kunjungan di Jawa Timur. (kumparan.com)

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial dan memunculkan berbagai pandangan dari masyarakat maupun pengamat ekonomi.

Dampak Pelemahan Rupiah Disebut Lebih Terasa di Dunia Bisnis

Pemerintah menilai pelemahan rupiah lebih berdampak pada kalangan pelaku usaha, khususnya perusahaan yang bergantung pada impor bahan baku dan transaksi internasional berbasis dolar AS.

Naiknya nilai tukar dolar dapat meningkatkan biaya operasional, pembayaran impor, hingga kewajiban utang luar negeri perusahaan. Selain sektor industri, aktivitas perjalanan luar negeri dan perdagangan internasional juga dinilai paling merasakan dampak perubahan kurs.

Presiden Prabowo menyebut masyarakat yang sering melakukan aktivitas internasional menjadi kelompok yang paling terdampak.

“Yang sering ke luar negeri pasti lebih terasa,” ujarnya. (kumparan.com)

Ekonom Ingatkan Efek Berantai terhadap Harga Barang

Meski pemerintah menyatakan dampak langsung tidak terlalu dirasakan masyarakat desa, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa pelemahan rupiah tetap dapat memicu efek berantai terhadap perekonomian.

Kenaikan harga impor bahan baku dan biaya distribusi berpotensi memengaruhi harga barang kebutuhan sehari-hari. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat.

Karena itu, stabilitas rupiah dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah Pastikan Ekonomi Nasional Tetap Stabil

Pemerintah menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih dalam kategori aman meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan. Fundamental ekonomi nasional disebut tetap kuat dengan dukungan konsumsi domestik, ketahanan pangan, dan sektor energi yang stabil.

Selain itu, pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap pasar keuangan untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengantisipasi dampak eksternal terhadap perekonomian nasional.

Pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan menjadi perhatian utama seiring dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles